Mesin Pencari..

Saturday, January 29, 2011

SURVIVAL

Pendahuluan 
Survival adalah kemampuan seseorang untuk dapat bertahan hidup dari keadaan yang kurang menguntungkan disekelilingnya. Keadaan ini antara lain bisa tersesat di hutan, pesawat jatuh di gunung atau kapal  laut yang mengalami musibah dan lain-lain. Hal-hal tersebut  dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja.
Survival yang terdiri dari 8 huruf mempunyai arti tersendiri. Definisi umum survival terkandung dalam 8 huruf tersebut, yaitu :
S = Sadar dalam keadaan gawat dan darurat
U = Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R  = Rasa takut dan putus asa hilangkan
V = Vitalitas tingkatkan
I = Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V = Variasi alam bisa dimanfaatkan
A = asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L = Latihlah dirimu dan belajarlah selalu

KEBUTUHAN SURVIVAL

Dalam melakukan survival seseorang harus memiliki mental dan sikap yang mendukung survival. Oleh karenanya, seorang survivor perlu mempunyai sikap sebagai berikut :
-         Semangat untuk tetap hidup
-         Kepercayaan diri
-         Akal sehat
-         Disiplin
-         Latihan
-         Kemampuan belajar dari pengalaman
-         Pengetahuan
-         Peralatan
-         rencana kegiatan yang matang
-         kemauan belajar

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN SURVIVAL
·         Ada beberapa langkah yang biasanya dijalani dalam melakukan survival, antara lain :
  • Mengkoordinasikan anggota, karena apabila dalam keadaan tersesat atau darurat, anggota sering mengalami panik bahkan masing-masing melakukan apa saja yang menurut hatinya benar walaupun belum tentu benar. Sehingga yang diperlukan adalah koordinasi dan kerjasama serta saling menghargai.
  • Melakukan pertolongan pertama, segala bentuk luka dan sakit yang sederhana bisa berkembang menjadi penghambat yang kelak akan menyulitkan, lakukan pembagian tugas yang sesuai dengan kondisi anggota tim.
  • Melihat kemampuan dan keadaan anggota, dengan pikiran yang rasional segala kemungkinan dan resiko sudah dipikirkan masak-masak.
  • Mengadakan orientasi medan , agar mengetahui posisi sekarang secara tepat atau perkiraannya, mengetahui pemukiman penduduk, mengetahui secara tepat atau perkiraan jalan keluar dan mencari pertolongan yang terdekat.
  • Mengadakan penjatahan makanan, untuk menjamin kebutuhan makanan dalam keadaan darurat mestinya diatur dengan disiplin. Selanjutnya mencari sumber makanan dengan memanfaatkan sumber alam yang ada disekelilingnya.
  • Membuat rencana dan pembagian tugas
  • Membuat jejak dan mencari perhatian
  • Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar.
BAHAYA DALAM SURVIVAL
Survivor hendaknya menjauhkan diri dari ketegangan, berusaha untuk berpikir tenang dan optimis. Biasanya ketegangan akan membawa kepanikan, sehingga kadangkala survivor akan melakukan tindakan yang serampangan dan tidak berpikir secara rasional. Segala sesuatu yang dikerjakan dalam keadaan panik biasanya tidak akan berhasil dan akibatnya menimbulkan frustasi, sehingga jalan keluar sulit di dapat. Seorang ahlipun yang sudah mengenal akan kesulitan apabila dalam keadaan tegang dan panik
Resep untuk mencegah ketegangan dan kepanikan antara lain :
·         Sering melakukan latihan survival
·         Selalu berpikir positif dan optimis
·         Mempunyai persiapan dalam segala keadaan untuk melakukan survival
Oleh karenanya, bagi seorang penjelajah kemungkinan melakukan survival harus selalu ada dalam perhitungan.Matahari dan udara panas dapat mengakibatkan gangguan pada manusia bahkan bisa membahayakan dan tidak jarang mengakibatkan kematian. Gangguan itu antara lain :
  1. Kelelahan panas (Heat Exhaustion)
  2. Kejang panas (Heat Cramps)
  3. Sengatan panas (Heat Stroke)
Keadaan panas akan bertambah mempengaruhi stamina survivor apabila ia :
- Mempunyai penyakit akut dan kronis 
- Peminum alkohol 
- Baru saja sembuh dari penyakit 
- Dehidrasi 
- Demam 
- Kelelahan 
- Kurang tidur 
- Obesitas
- Baru memperoleh vaksinasi 
- Pernah mengalami serangan udara panas 
Dengan demikian harus diperhatikan beberapa faktor yang dapat mengatasi gangguan panas dan matahari, antara lain :
  1. Berlatih fisik, dengan kemampuan fisik yang baik akan mengurangi bahaya karena panas.
  2. Aklitimasi, penyesuaian diri terhadap lingkungan hingga dapat menyesuaikan diri dengan suhu setempat
  3. Persediaan air menjadi perhatian khusus, terutama di udara panas. Karena air yang keluar dari dalam tubuh cukup banyak.
  4. Pakaian, mengurangi tubuh terbuka dari radiasi sinar matahari, akan tetapi juga mengurangi kontak kulit udara yang mengalir. Oleh karenanya, usahakan pakaian yang digunakan cukup longgar di bagian leher, ujung lengan, ujung celana, dan sebagainya agar udara mudah masuk.
  5. Tidur, untuk menghindarkan efek kumulatif dari kelelahan diperlukan istirahat dan tidur kurang lebih 7 jam.
Selain itu juga survivor dapat saja mengalami keracunan. Hal ini dimungkinkan karena makanan dan air yang mengandung racun, atau bisa saja survivor menelan zat kimia yang berbahaya secara tidak sengaja. Gejala-gejala keracunan antara lain :
1.      Pusing dan muntah
2.      Perasaan nyeri dan kejang-kejang di perut
3.      Kadang-kadang mencret
4.      Kejang-kejang seluruh badan
5.      Bila terlalu berat bisa pingsan
Tindakan yang harus segera dilakukan ialah mengeluarkan racun. Racun akan sangat berbahaya apabila masuk lambung. Salah satu cara untuk membersihkan lambung adalah dengan muntah. Untuk membangkitkan muntah bisa dilakukan :
1.      Dengan mencampurkan satu sendok garam dalam segelas air panas
2.      Dengan sepotong sabun yang dikocok dalam segelas air panas.
3.      Menusukkan jari telunjuk pada tenggorokan hingga menyinggung tekak.
Sesudah racun keluar yang terbawa muntah tadi, selanjutnya minum segelas susu untuk melepaskan jaringan-jaringan yang rusak atau minum teh pekat.
Keletihanpun dapat membahayakan kegiatan survival karena aktivitas yang melebihi kekuatan dan kondisi tubuh. Oleh karenanya dalam melakukan aktivitas harus dipikirkan kondisi, makanan pengganti kalori yang digunakan atau membatasi aktivitas yang berlebihan.
Salah satu gangguan yang sangat merepotkan bagi survivor adalah lecet. Biasanya disebabkan karena pemakaian sepatu tanpa kaos kaki atau sepatu yang kekecilan. Penyebab lain adalah menggunakan sepatu basah yang lama sehingga kulit keriput kemudian lecet atau karena pemakaian sepatu yang terbuat dari kulit yang keras hingga terasa sakit dan kemudian lecet.
Lecet bertambah besar dan perih apabila dipaksakan atau tersiram air. Apabila terjadi lecet, obati dengan obat merah atau bethadine. Selanjutnya bungkus dan tutup lecet itu dengan beberapa lapis kaos kaki agar tidak terasa nyeri.
Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan membuat minyak komando yaitu ambil 2 siung bawang merah remas dan hancurkan lalu dicampur dengan 2-3 sendok minyak kelapa. Usahakan agar keduanya bercampur merata. Balurkan minyak tersebut pada seluruh bagian kaki hingga mata kaki. Untuk persediaan minyak komando dpat disimpan dalam botol kecil.
Gangguan lain yang dapat mengakibatkan kematian bagi survivor adalah kedinginan. Penurunan suhu tubuh ebih dari 30C akan  menyebabkan kematian dlam beberapa jam saja. Penyebab yang mengakibatkan keluarnya panas dari tubuh yaitu :
1.      Bersama udara pernapasan (respirasi)
2.      Adanya pancaran panas (radiasi)
3.      Kontak langsung (radiasi)
4.      Adanya pergerakan udara (konversi)
5.      Adanya penguapan (evaporasi)
Terjadinya penurunan panas ditandai dengan turunnya suhu tubuh yang dinamai hipotermia, tanda-tandanya antara lain :
1.      Karena merasa dingin badan menggigil, reaksi posisi tubuh biasanya mendekatkan tangan dan kaki ke dada atau melipat tubuhnya.
2.      Nampak bibir dan ujung jari serta telinga pucat bahkan membiru dan terasa dingin.
3.      Bagi yang telah parah, bicaranya tidak teratur/tidak jelas.
Adapun cara terbaik yang disarankan untuk mencegah hipotermia yaitu :
1.      Mengganti energi melalui metabolisme tubuh (makan yang cukup)
2.      Membuat perlindungan yang baik
3.      Membuat api unggun
4.      Cari pertolongan secepatnya



MEMBUAT TEMPAT PERLINDUNGAN

·         Saat melakukan perjalanan, survivor biasanya membuat tempat perlindungan / shelter / bivouak yang bisa dibuat dari barang yang sengaja dibawa seperti plastik atau ponco maupun dari alam. Namun ada beberapa syarat yang harus diperhatikan bila membuat shelter, antara lain :
o             Jangan membuat shelter di tempat yang mungkin banjir pada waktu hujan
o             Di atas shelter hendaknya tidak ada pohon atau cabang yang mati atau busuk karena membahayakan kalau runtuh, juga jangan dibawah pohon kelapa.
o             Bukan merupakan sarang nyamuk atau serangga
o             Bahan pembuat shelter harus kuat dan pembuatannya diusahakan sebaik mungkin demi kenyamanan.
Pembuatan bivouak dari bahan yang dibawa, misalnya dapat dari ponco atau plastik. Kegunaan ponco sangat banyak, selain berfungsi sebagai jas hujan, ponco dapat juga digunakan untuk pembuatan bivouak. Plastik selain sebagai bivouak bisa juga digunakan sebagai alas, atau barangkali digunakan untuk menampung air hujan bila memerlukan persediaan air dan sebagainya. Ukuran plastik yang lazim dibawa berukuran 2 X 2 meter atau 2 X 1,5 meter.
Bivouak dapat dibuat beraneka ragam tergantung dari kreasi survivor sendiri. Bentuk lain dari alam pun bisa dimanfaatkan sebagai shelter, misalnya gua, lakukan tebing/batu yang cukup dalam, lubang-lubang dalam tanah, dan sebagainya.

AIR, Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Untuk mencari air sangat bergantung pada medan-medan yang ada.
·         Sumber Air
Air ada yang bisa diperoleh secara langsung maupun tidak langsung. Air yang didapat secara langsung misalnya air sungai, mata air dan air hujan yang sengaja ditampung. Biasanya air yang didapat dari sumbernya langsung menunjukkan sifat fisik yang jernih dan bersih. Tapi belum tentu air itu  terjamin bersih dan aman untuk diminum langsung. Jadi hanya dimasak terlebih dahulu air itu akan lebih aman diminum.
Sedangkan untuk air minum yang diperoleh secara tak langsung misalnya pada genangan air dalam celah batu, saluran kecil yang menggenangatau juga dapat memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dan buah untuk didapat airnya. Untuk air yang menggenang kebersihan secara fisik belum terjamin, sehingga tak dapat diminum langsung. Mengetahui sumbner air sangatlah penting. Hal ini akan sangat berarti untuk memberi perlakuan atau menempatkan air tersebut untuk kebutuhan yang cocok. Untuk air yang sudah jelas jernih, bersih dan tak berbauakan lebih tepat untuk cadangan minuman daripada untuk dipakai mencuci. Selain itu untuk dengan mengetahui sumber air akan menambah kepercayaan dan rasa aman dari air yang digunakan. Misalnya, seorang survivor akan berani minum langsung air yang bersumber dari mata air daripada yang berasal yang berasal dari genangan. Logikanya, minum air yang keluar dari mata air risikonya lebih kecil daripada air genangan sebab biasanya banyak terdapat serangga.
·         Keadaan Air
Apabila dilihat dari keadaan, maka air yang didapatkan bisa dibedakan menjadi air yang perlu dibersihkan terlebih dahulu dan air yang tak perlu dibersihkan. Cara penilaian air yang paling mudah biasanya melalui penampilan fisik. Air yang bersih mempunyai kriteria seperti jernih, bersih, tak berwarna dan tak berbau. Air seperti ini tak perlu dibersihkan terlebih dahulu.
Air yang kotor dan keruh bukan merupakan sumber air yang potensial bagi survivor. Air yang digunakan dan mendapat perlakuan penjernihan biasanya juga air yang menunjukkan sifat fisik dan kimia yang terlalu jauh dari sifat air yang dalam keadaan bersih dan normal. Hal ini untuk menjamin keamanan penggunaan air tersebut, terutama untuk diminum.
·         Air Bersih
Bersih disini dalam pengertian aman untuk dapat diminum langsung. Air yang bersih biasanya berasal dari mata air atau sungai yang jernih dan bersih. Apabila survivor menemukan air pada selokan kecil di kaki gunung tetap saja harus berhati-hati. Air itu bisa saja tercemar akibat pupuk kebun penduduk, semprotan pestisida atau bahan kimia yang sempat tercecer ke dalalm selokan tersebut.
·         Pemanfaatan Air
Genangan air biasanya banyak ditemukan dalam hutan atau gunung tropis, apalagi pada musim hujan. Untuk air seperti ini tentunya harus dibersihkan terlebih dahulu atau diberikan perlakuan tertentu.
Cara yang umum dilakukan sebagai berikut :
1.   dalam kotak survival ada tablet Halazone. Cara penggunaan tablet ini dicampurkan dalam genangan air, diamkan 10-15 menit.
2.  menggunakan iodine. Larutkan 2-3 tetes yang dicampur dalam seperempat liter air. Tunggu reaksi sekitar 30 menit, setelah itu bisa digunakan.
3.  dengan menggunakan butir garam abu permanganate. Reaksi sterilisasi dapat dilihat dalam waktu 30 menit.
4.  cara lain yang lebih aman ialah setelah dibersihkan air itu dimasak terlebih dahulu.
           
 Petunjuk Penggunaan Air
        Khusus bagi survivor yang berhubungan dengan kebutuhan air, maka berikut adalah hal-hal penting yang harus diperhatikan.
  • Apabila melakukan survival di laut atau terapung di lautan, usahakan untuk tidak mabuk laut sebab akan mengakibatkan kurangnya air dalam tubuh. Apabila memungkinkan memang lebih baik memanfaatkan pil anti mabuk.
  • Melakukan survival di pantai atau di laut apabila kekurangan air lalu memanfaatkan air laut untuk diminum sangat berbahaya karena meningkatkan dehidrasi.
  • kebiasaan merokok bagi survivor harus benar-benar dapat dikendalikan. Kebiasaan ini akan mengakibatkan kehausan dan keringnya kerongkongan.
  • Meminum air seni hanya akan menyiksa diri sendiri
  • Kebiasaan minum alkohol juga membawa masalah yang cukup rumitbagi survivor apabila tak dapat mengendalikannya karena dapat menyebabkan mual dan rasa haus. Dalam keadaan yang lebih darurat, bisa menghilangkan pikiran jernih dan rasional.
  • Dalam mengatur makanan,harus diseimbangkan dengan persediaan air yang ada.
  • Untuk mengatasi rasa haus yang berlebihan dapat dijaga dan diusahakan agar mulut tetap basah dan lembab dengan cara menelan air liur.
  • Disiplin dan ketat dalam penggunaan persediaan air.

MAKANAN

Survivor bisa bertahan cukup lama tanpa makanan maksimal sekitar 2-3 minggu. Hal ini jika dibandingkan dengan tidak ada air sama sekali. Untuk sekedar mengganjal perut selama dalam perjalanan survivor bisa makan apa saja walaupun sedikit.
Beberapa bagian dari tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan makanan antara lain :
  1. Batangnya. Misalnya batang pohon pisang pada bagian dalam yang berwarna putih dapat dimakan. Beberapa jenis pakis dapat dimakan batang ujung daunnya yang masih muda.
  2. Daunnya. Misalnya selada air, antanan, daun melinjo, daun singkong dan sebagainya.
  3. Akar atau umbinya. Misalnya ubi jalar, ubi kayu, beberapa jenis talas dan sebagainya.
  4. Buahnya. Misalnya buah arbei, jambu dan lain-lain.
  5. tumbuhan yang dapat dimakan seluruh tubuhnya. Misalnya jamur dan sebagainya.
  6. Untuk mengetahui apakah suatu tanaman bisa dimakan atau tidak umumnya ada beberapa petunjuk yang bisa dijadikan patokan, antara lain :
  7. Perhatikan apakah hewan sekitar dapat memakan tanaman tersebut dan tak meninggalkan reaksi negatif. Umumnya yang bisa diperhatikan adalah apa yang dimakan kera juga bisa dimakan manusia.
  8. Hindari dan berhati-hatilah pada tanaman yang berwarna mencolok, juga buah-buahan yang berwarna mencolok.
  9. Hindari tanaman yang mengeluarkan getah berwarna putih atau getah seperti sabun.
  10. Tanaman yang akan dimanfaatkan dicoba terlebih dahulu dengan mengoleskan pada tangan atau dicicipi sedikit.
  11. Hindari makanan yang rasanya tidak enak yang mungkin juga terasa pahit atau asam.
  12. Untuk tanaman beracun, maka kita harus berhati-hati terhadap biji-bijian yang berwarna merah atau merah tua.
  13. Hanya tanaman yang dapat dipastikan dan sudah dikenal benar yang dapat dimakan.
Makanan yang berasal dari hewan banyak dimanfaatkan. Misalnya telur atau dagingnya. Untuk survival di laut atau di sungai mungkin survivor perlu mengail ikan atau mendapatkan hewan lainnya.
Seperti telah diketahui bahwa jumlah air minum sangat menentukan jumlah makanan yang diperlukan. Kita perlu tahu sejauh mana pentingnya perimbangan antara persediaan makanan dan air. Berikut adalah penjelasan mengenai hal tersebut.
a.       Untuk makanan yang mengandung karbohidrat seperti tepung, nasi,beras, gula, makanan kaleng yang mengandung karbohidrat, buah-buahan dan makanan yang manis-manis hanya memerlukan air yang sedikit.
b.      Makanan ringan yang dikemas dalam kantong plastik, aluminium foil, ataupun kaleng kecil akan mempercepat kehausan.
c.       Makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, kerang, telur dan sayur-sayuran hijau memerlukan banyak air.

MEMASAK DAN CARA MEMBUAT API

Memasak bagi survivor tentu saja sangat jauh dari patokan memasak yang ideal bahkan untuk sekedar membuat api pun akan terasa sangat sulit. Oleh karenanya pengertian memasak sangat sederhana dan yang terpenting ialah bahan yang tersedia bisa dimakan dan tak menyebabkan keracunan. Memasak bagi survivor bisa juga dalam arti yang sebenarnya, yaitu menggunakan wadah/tempat, air, bahan makanan, bumbu, sekedar memanggang daging diatas perapian, atau mengasapi. Jadi bahan makanan yang tersedia di alam (natural food) bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Memasak mengandung beberapa hal yang mengarah ke suatu tujuan tertentu, yaitu :
1.      Mengadakan sterilisasi atau membersihkan bahan makanan dari kemungkinan penyakit atau  zbahaya keracunan.
2.      Membuat bahan makanan mudah dicerna dan dimakan
3.      Menambah kenikmatan bahan makanan tersebut
4.      Untuk memanfaatkan air dari daun atau akar suatu tanaman
5.      menghangatkan makanan yang telah ada
Saran-saran  cara memasak berbagai macam masakan dalam kondisi survival antara lain :
·         Sayuran atau dedaunan untuk dimasak cara yang paling aman adalah dengan merebus.
·         Ubi-ubian cara yang paling mudah dan aman dengan membakarnya dalam perapian
·         Daging binatang dapat diolah dengan cara dipanggang, bila terlalu besar potong lebih kecil.
·         Buah-buahan berair banyak diolah dengan merebus, buah berkulit tebal diolah dengan membakar atau memanggang
·         Ikan lebih mudah diperlakukan dengan caradibakar atau dipanggang. Namun perlu diingat ikan juga dapat membawa parasit sehingga bila berukuran besar sebaiknya direbus terlebih dahulu atau dipotong-potong kecil.
·          Binatang melata dapat diolah dengan direbus, dibakar maupun dipanggang.
·         Crustacean (binatang berkulit keras) pengolahannya dengan cara direbus
·         Burung, ayam kelinci cara pengolahan terbaik adalah dibakar.
Selain berfungsi sebagai sarana memasak, perapian juga sangat perlu untuk menghangatkan tubuh dan menghindari serangan binatang buas. Tentu saja berapian yang bagus harus disusun sedemikian rupa sehingga kayu dapat terbakar secara rata. Untuk mendapatkan perapian yang baik usahakan untuk memilih kayu/bahan yang kering dan mudah dibakar.
Untuk tipe perapian yang banyak tersedia bahan biasanya kayu dalam bentuk belahan kecil atau ranting. Untuk kayu yang masih berupa gelondongan atau balok besar dapat juga dibuat perapian, asalkan terlebih dahulu dibantu dengan ranting sebagai “starting fire”.
Berikut adalah beberapa cara memanfaatkan api unggun untuk memasak :
 
Metode atau cara memasak di atas api unggun, memang bisa diatur diatur berdasarkan peralatan yang ada dan kondisi setempat. Misalnya dengan cara (b) didapatkan efisiensi waktu, tenaga dan energi. Gambar (d)  digunakan apabila hendak memanggang. Yang terpenting dalam keadaan darurat, survivor harus dpat memilih cara mana yang paling tepat dan memungkinkan untuk dilakukan. Ada petunjuk bila perapian terganggu dapat dihalangi dengan tumpukan kayu, batu, atau membuat penghalang dari plastik atau kain.
 
Api bagi survivor sangat diperlukan. Untuk mendapatkan api selain menggunakan alat khusus seperti korek api, cara tradisional pun dapat dilakukan. Apabila akan menyalakan api, perlu diperhatikan hal-hal berikut sebagai petunjuk umum :
  1. Ambillah pertimbangan dengan baik untuk memilih tempat yang baik dan tepat.
  2. Agar api tetap menyala, untuk menjaga kelangsungannya bisa menggunakan rumput kering, daun kering, atau kulit kayu yang kering.
  3. Untuk menyalakan api, kayu harus diatur dengan baik.
  4. Untuk pemula, tentunya diharapkan banyak berlatih.
  5. Membawa alat bantu, selain korek alat lain yang bisa digunakan adalah suryakanta atau lup.
Bunga api adalah bagian awal untuk mendapatkan api. Beberapa cara tradisional yang bisa dilakukan agar mendapatkan bunga api antara lain :
  1. Memantik, Cara ini yaitu dengan menggesekkan atau membenturkan dua buah benda keras. Biasanya cara ini menggunakan dua buah benda yang sejenis misalnya batu api. Ada pula dengan benda yang tidak sejenis misalnya batu dengan logam. Cara memantik tergantung kita, yang penting ialah bisa menimbulkan bunga api. Di antaranya ialah dengan memaku bidang datar (kayu atau papan) hingga yang namapak hanya kepala pakunya saja. Lalu ambil logam atau batu dan tariklah mendatar di atas kayu/papan datar tersebut hingga menggesek kepala paku. Lakukan dengan tekanan yang cukup dan agak cepat sampai didapat bunga api. Segera tangkap bunga api dengan sabut kering dan sebagainya.
  2. Gergaji Api (Fire Saw), Cara ini menuntut tenaga yang cukup besar dan kuat. Penekanan cara ini yaitu dengan mengushakan dan memanfaatkan efek panas akibat tarikan kayu. Cara yang dilakukan adalah menarik batang kayu di atas batang kayu lainnya. Cara ini biasa menggunakan kayu atau sebilah bambu atau kayu yang jenisnya lain tapi empuk. Setelah sepotong kayu terpasang pada kayu alinnya, maka gerakan kayu seperti gerakan menggergaji. Oleh karenanya gerakan ini dikenal dengan istilah gergaji kayu.
  3. Tali Api (Fire Thong), Tali api yaitu cara mendapatkan api dari sepotong kayu atau rotan kering yang ditarik menyilang di atas  sepotong kayu kayu atau rotan kering. Lebih jelasnya tali tersebut (dari rotan) dililitkan pada sebatang pohon atau gelondongan kayu kering dan empuk, lalu ditarik oleh tangan kanan dan tangan kiri secara bergantian. Pada bagian bawahnya diberi sabut, atau dedaunan kering yang siap untuk menangkap bunga api yang timbul.
Sebagai tambahan dari pengalaman yang berhubungan dengan cara memasak, antara lain :
  1. Kompor buatan, Kompor sederhana dapat dibuat dari kaleng bekas yang tidak bocor diisi ± ¼ bagiannya dengan pasir kering campur dengan garam dapur kemudian tambahkan minyak tanah sampai permukaan kaleng, kemudian diberi api. Maka jadilah Kompor ini untuk memasak.
  2. Memasak nasi dalam kelapa, yaitu kelapa yang cukup tua dan masih lengkap dengan kulit luarnya. Lubangi bagian atasnya dengan golok dengan lebar kira-kira dua jari. Masukkan beras 2-3 kepal kedalamnya,tutup kembali lalu ditanam dalam tanah yang kemudian diatasnya dibuat api unggun. Tunggu beberapa saat sampai nasi dianggap telah matang.
  3. Memasak nasi dalam bambu, gunakan bambu yang agak tua dan telah dibersihkan lalu dipotong sesuai dengan ruas dan panjang yang diinginkan. Seteah bambu dicuci, isilah dengan air dan kemudian masukkan beras secukupnya lalu sumbat bagian atas bambu dengan daun. Kemudian digantung atau disimpan di atas api unggun, jaga jangan sampai bambu habis terbakar. Apabila dirasa cukup matang, untuk membukanya tinggal dibelah.

MEMBUAT KOTAK SURVIVAL
Yang harus diperhatikan dalam merancang dan merencanakan survival kit ialah tempat penyimpanan (kotak) untuk bahan dan peralatan tersebut antara lain sebagai berikut :
·         - terbuat dari bahan yang keras dan cukup kuat, tahan air dan bisa tertutup rapat.
·      
Untuk mengisi kotak survival tersebut hendaknya diperhitungkan bahwa benda yang dibawa akan bermanfaat. Bahan-bahan yang biasanya dipersiapkan adalah :
*korek api
*mata kail & benang pancing
*kertas dan pensil
*kompas dan peta
*obat serangga
*kotak P3K
*kaca hias dan lup
*kabel dan kawat
*lilin
*plastik
*jarum, benang, peniti
*penjernih air
*pisau
*peluit
*garam
*teh, kopi dan gula
*senter

Penyusunan bahan dan alat diatas dapat diatur menurut kreasi dan kebutuhan masing-masing. Namun diperlukan perhitungan dan perencanaan yang matang  dalam menyempurnakan survival kit